Home » Social Media » Facebook » Analisa IndSight tentang FACEBOOK & TWITTER Indistri Tahun 2012

Analisa IndSight tentang FACEBOOK & TWITTER Indistri Tahun 2012

Jan
11
2013
by : gosocial . Posted in : Facebook, Social Media, Twitter

Tim IndSight telah mengumpulkan 370 akun Facebook dan 640 akun Twitter untuk menganalisis pola penggunaan social media oleh akun-akun yang berasal dari Indonesia dan sejauh mana usaha yang mereka lakukan telah membuahkan hasil. Parameter yang digunakan pada riset ini adalah pertumbuhan Facebook Fans dan Twitter Followers, yang merupakan salah satu parameter dasar yang digunakan untuk mengukur seberapa “sukses” suatu akun di social media.

Indsight-facebook-twitter-industry-2012

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengkategorikan akun-akun tersebut ke dalam beberapa cluster, dan kemudian dikelompokkan lagi ke cluster yang lebih besar. Dari hasil analisis didapatkan 4 cluster besar yang kami sebut sebagai channel, yang terdiri dari channel Brand Komersil (Commercial Brand), Organisasi (Organization), Tokoh Ternama (Public Figure), dan Media (konvensional maupun digital). Tiap channel ini terdiri dari beberapa sub-channel, yang mana pada riset saat ini dibatasi untuk total 25 sub-channel; yaitu Motorcycle, Car, Coffee, Gadget & Electronics, Body & Beauty Care, Baby Diapers, Sanitary Napkins, Telco, Bank, Airlines, Insurance (untuk channel Commercial Brand); Band & Singing Group, Male Entertainer, Female Entertainer, Politician, Blogger & Writer, Financial Expert, dan Journalist (untuk channel Public Figure); Soccer Club, Political Party, dan Governmental Organization (untuk channel Organization); serta TV Station, TV Program, Magazine & Tabloids, dan FM Radio (untuk channel Media). Selanjutnya performa tiap channel dan sub-channel diukur dan dianalisis polanya.

Dari hasil analisis, ditemukan bahwa Facebook adalah media yang terbukti dapat menarik banyak fans baru bagi entitas-entitas yang termasuk dalam Commercial Brand dan Organization, kecuali bagi sub-channel Governmental Organization (organisasi pemerintahan). Commercial Brand jelas mendapatkan pertumbuhan fans yang lebih cepat karena konten-konten yang dposting di Facebook lebih interaktif, dan dapat dipromosikan menggunakan Facebook Ads. Sedangkan bagi Organization, meskipun performa di Facebook lebih unggul, namun angkanya tidak jauh berbeda dari Twitter. Rasio fans : followers maksimal adalah 2 : 1, jauh berbeda kondisinya dengan Commercial Brand yang maksimal bisa mencapai rasio fans : follower sebesar 20 : 1.

Di sisi lain, kita dapatkan bahwa Twitter adalah media yang berhasil menarik lebih banyak followers bagi channel Public Figure dan Media. Fakta ini masuk akal melihat pola interaksi yang lebih memiliki “sentuhan manusia” dan lebih up to date di Twitter dibandingkan Facebook. Hal inilah yang membuat para fans lebih tertarik

Untuk terhubung dengan idolanya melaui Twitter, karena kepraktisan Twitter yang mendorong para idola untuk rajin mengupdate kegiatannya via Twitter. Berbeda lagi dengan channel Media. Meskipun interaksi yang terjadi hanya satu arah, namun positioning Twitter sebagai media yang sangat cocok untuk konten berbasis teks singkat membuat para netizen Indonesia yang memiliki kesibukan tinggi lebih suka untuk memantau update berita via Twitter dibandingkan memantau website media yang bersangkutan satu per satu. Meskipun cocok untuk Public Figure, namun sub-channel Band & Singing Group masih lebih populer di Facebook. Hal ini dapat disebabkan karena konten terkait band tersebut seperti video klip terbaru atau foto rangkaian konser terbaru lebih banyak diunggah dan dinikmati di Facebook dibandingkan Twitter.

Setelah memantau secara garis besar, analisis mulai dikerucutkan ke kelompok yang lebih kecil, yaitu sub-channel. Ditemukan bahwa Motorcycle, Gadget & Electronics, Band & Singing Group, Body & Beauty Care, dan Telco (operator handphone) adalah kategori yang memiliki nilai rata-rata Facebook Fans tertinggidiantara ke-25 sub-channel yang dianalisis. Sedangkan Insurance, Financial Expert, Political Party, FM Radio Station, dan Journalist menjadi kategori yang memiliki nilai rata-rata Facebook Fans terendah diantara semua kategori. Jika dilihat sekilas, sebagian besar dari kategori yang tidak cukup berhasil di Facebook ini tergolong akun-akun yang bidangnya lebih “serius” (kecuali FM Radio Station), sehingga mungkin kurang cocok dengan paradigma penggunaan Facebook yang lebih fun dan interaktif (mengunakan gambar, video, aplikasi menarik, dan lainnya). Akun yang lebih fun seperti akun Band Vierra atau akun yang membicarakan seputar hobi (otomotif) seperti Yamaha Motor menjadi primadona di media ini dengan jumlah fans mencapai 4,5 Juta dan 2,5 Juta.

Di Twitter, Entertainer (artis) baik pria maupun wanita sangat menguasai media ini. Agnes Monica bahkan adalah akun dengan jumlah followers yang terbanyak di Indonesia saat ini, yaitu mencapai 6,1 Juta followers. Jumlah followers Agnes Monica dan Vidi Aldiano dari sub-channel Female dan Male Entertainer ini besarnya mencapai belasan kali lipat dari jumlah follower rata-rata yang dimiliki akun-akun lain di sub-channel yang sama. Dan bukan hanya artis saja, professional/expert dalam bidang keuangan dan jurnalis juga sangat menguasai Twitter, berbanding terbalik dengan performanya di Facebook. Jumlah follower mereka menembus angka 100.000 dengan tingkat engagement dengan followers yang cukup tinggi di masing-masing akun. Metro TV menjadi stasiun TV dengan jumlah followers terbanyak di Twitter karena senantiasa memberikan berita teraktual dengan frekuensi update yang pas sekitar 10-15 berita baru per jam atau 1 berita per 5 menit. Jumlah follower-nya telah mencapai 3,2 Juta atau dapat dikatakan bahwa 1 dari 8 orang pemilik televisi di 10 kota besar di Indonesia mem-follow akun Metro TV. Namun tidak semua kategori seberuntung para public figure dan media tersebut.

Sub-channel asuransi, popok bayi, mobil, kopi, dan partai politik tidak menunjukkan performa yang cukup baik dalam hal pertumbuhan jumlah followers. Sub-channel asuransi bahkan juga masuk ke dalam daftar kategori yang tidak cukup berhasil dalam menambah jumlah fans di Facebook. Tentunya para pemain di kategori ini perlu melakukan evaluasi atas strategi social media-nya agar tidak kalah menariknya dengan kategori lain. Kategori lainnya yang tidak tersebut dalam tulisan ini berarti telah memiliki performa yang cukup baik baik di Facebook maupun Twitter. Adapun sub-channel Airlines (maskapai pesawat terbang), Magazine & Tabloids, Politisi, Program Stasiun TV, dan Organisasi Pemerintahan adalah 5 kategori yang memiliki jumlah fans dan followers paling seimbang di Facebook dan Twitter, dengan rasio rata-rata Facebook Fans : Twitter Followers sebesar 1 : 1.

Tentunya menilai performa suatu akun social media tidak hanya dari jumlah fans dan followersnya saja. Namun parameter yang satu ini terbukti telah menjadi tolak ukur yang paling “dasar” bagi para pelaku industri di social media. Nantikan analisis mengenai performa akun-akun di social media dari sudut pandang parameter lainnya pada artikel-artikel selanjutnya!

Sumber IndSight.me

tags:

Mau berlangganan artikel ? masukan nama dan email anda

Leave a Reply

*

Follow Us!

Testimonial

Vitamin Lengkap
Multivitamin.jpg
Saya barusan order 5000 FB like untuk FB page "Vitamin Lengkap" saya, Ternyata hanya dalam hitungan beberapa jam saja sudah selesai... Ditambah bonus pula sekitar 900 like!!! :) WOW!!! RECOMMENDED BANGET!!! ^^
Johan Setiawan
Vitamin Lengkap
IndoGoSocial.com | Jasa Facebook Like | Twitter Follower Indonesia
Jln. Babakan Sukaresik II no 39
Phone 081931113811
Copyright © 2012